refleksi sajalah
"If I go into myself", "kalau saya
masuki diri saya sendiri", kata Hume, maka saya jumpai "bundles of
conceptions",lebih tepatnya gambaran absut gulung-gulung pengertian,
bermacam-macam gambaran dari pada benda. lantas, saya bisa ketahui
dengan pancaindera saya tentang suatu benda, tetapi "Ding an Sich" benda
sendirinya, saya tidak bisa ketahui???
tonjolan pemikiran hume
tentang "ide" itu sendiri mengurung dirinya dalam gelapnya gua, seperti
gambaran plato, "Pertama-tama kita bayangkan sekelompok orang yang
ditawan sejak lahir. Orang-orang ini sejak kecil dirantai dalam gua.
Tangan, kepala, dan kaki mereka diikat secara ketat, sedemikian hingga
seumur hidup cuma bisa menatap dinding di depan mereka.Di belakang
mereka terdapat api unggun besar. Apabila ada orang atau binatang lewat,
maka bayangannya akan terpantul ke dinding di depan para tawanan.
Setiap kali orang atau binatang itu bersuara, suaranya akan bergema
sampai ke telinga para tawanan. Karena seumur hidup cuma melihat
pantulan di dinding, para tawanan mengira bayangan dan gema itu sebagai
kenyataan sebenarnya. Mereka tidak menyadari bahwa semua itu sekadar
pantulan dari benda di belakang mereka." dari sudup pandang plato saya
dapt menangkap, titik perumpamaan, tentang manusia ynag menyangka
kenyataan berdasarkan apa yang mereka persepsi. Dalam hal ini, tawanan
yang seumur hidup menatap dinding akan terdorong menganggap
bayang-bayang dan suara gema sebagai sebentuk realitas.
Kalau
Hume hendak mengetahui apakah benda yang bernama buah jeruk itu
umpamanya, maka yang ia insyafi cuma rasanya yang manis, kulitnya yang
licin, beratnya yang 1/2 atau ¼ kilo, warnanya yang hijau atau kuning,
bunyinya yang nyaring atau lembek. Bunyi itu ada di telinga, dalam badan
Hume, bukan pada jeruk, beratnya di tangan Hume, bukan pada jeruk,
rupanya pada mata, rasanya di lidah atau di ujung jari Hume. Semuanya
bunyi, rupa dan rasa dengan perantaraan saraf, nerve, berjalan ke pusat
ke centre, ke otak.
Otak mencatat bunyi, rupa dan rasa tadi
menjadi pengertian, conception, seperti pengertian merdu, kuning, berat,
lezat dan licin. Semua pengertian ini " dalam" saya, kata Hume, bukan
di luar saya. Jeruk itu sebagai benda, tak ada bagi saya. Yang ada Cuma
"ide", pikiran, pengertian, tentang benda itu dalam otak saya. Otak saya
penuh dengan pengertian "bundles of conceptions" kata Hume. Jeruk
sebagai benda, lembu sebagai benda, tak ada buat saya. Yang ada cuma
ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan
engkau. "Engkau" kata Hume, cuma "ide" buat saya.
Dengan begitu
Hume yang membatalkan benda dan mengaku ide saja, membatalkan adanya
dirinya sendiri, mengakui bahwa sebetulnya dia sendiri tak ada.
Beginilah akibatnya yang konsekwen dari Idealisme, dengan membatalkan
adanya benda, ia membatalkan dirinya sendiri.
Demikianlah David
Hume dengan memisahkan ide dari benda, abstraction dan menganggap ide
yang pertama, dalam menentang benda sebagai dasar yang pertama, tewas
dalam tentangannya membatalkan adanya diri sendiri. Dengan begitu ia
sebetulnya membatalkan filsafat idealisme itu.
hhhehehe cukup
mencengangkan otak kanan saya, tentang perumpamaan "ide" yang di gagas
oleh seorang hume, disini saya cukup terkesan dengan konsistennya beliau
dalam berpikir dan bertindak, setidaknya beliau berani bertanggung
jawab atas apa yang beliau gagas. "satu tindakan, satunya pikiran dan
perbuatan."
(15juli2015)