Senin, 23 November 2015

Ruang Aksara - disepanjang usia

Disepanjang usia
oleh: Giandra Gilang Panggaluh

semerbah  harum menemani detik
di sepanjang jalan
di sepanjang keruntuhan
membuka ruang kebahagiaan.

menariku, bahagiaku
memeluk hangat rindu
kobaran asmara menyulut jiwa
hingga membawaku, pacu langkahku.

tampar aku....
caci aku....
tak kan tergoncang cintaku.
timpuk aku....
ludahi aku....
tak akan runtuh setiaku.

kau selimuti dingin malam
kau selimuti sombongnya dunia
bagai mentari tanpa senja
hangatmu disepanjang usia.
(24-November-2015.Jombang)

Ruang Aksara - sajak patah hati.

Sajak patah hati
oleh: Giandra Gilang Panggaluh


Aku yang telah terjatuh
Tergelincir dari ketinggian rasa
Badanku lumpuh tertindih perih
Tulang rusuk pecah berserakan.

Tumpah aku menjerit
sesak menatap esok

Iyaa, aku sedang patah hati
Kejujurannya telah menampar mimpi
Hingga mendung menyelimuti mentari
Dan tangis deras menghujani.

Tetesan luka tak terbendung lagi
Nyawaku hanyut dalam melody kesedihan
Arus kencang membawaku kepada kesunyian
Hingga bertepi, aku lemah terkoyak.

Terimakasih atas kejujuramu
Yang telah menyadarkan kelemahanku.

(23-11-2015,Jombang)

Jumat, 13 November 2015

cogito ergo sum_medsos ruang berkarya

    
       
       Banyak replika kehidupan, dan seharusnya kita dapat mengaca dari penggalan kehidupan sejarah, dan belajar dari replika kehidupan (biografi) para Tokoh-tokoh yang dapat menjadi contoh untuk melalui jalan berdebu ini. Yaitu suatu kondisi yang pasif berdiam diri di depan gedjet atau komputer, yang cuma hanya merasa puas mengkonsumsi medsos ataupun game online.

       Disini saya tidak bermaksud melarang, mereka sekalian, ataupun mengusik aktifitas harian mereka yang hanya nongol dimedsos tanpa tau, apa yang mereka pikirkan? kesibukan-kesibukan semu menjerat Pemuda Bangsa yang tidak siap melewati moderensnisasi, kegunaan yang menurut logika ngawur, berkata "medsos adalah media komunikasi," sedangkan anda tak menyentuh apapun (berkomunikasi) dengam keluarga, kerabat, dan teman disamping mereka.

       Jalanan berdebu, membutakan mereka sekalian untuk jauh menepi menjadikan seorang yang pasif dialam nyata. dan apakah itu yang anda pikirkan? 

       Saya berpikir, maka saya ada? pernyataan descartes "I think, therefore I exist." Memicu ide saya untuk bertanya-tanya kepada benda yang diam disekeliling saya. "wahai batu apakah kamu ada, dan apakah kamu berpikir?" batu hanya diam, dan seolah acuh pada pertanyaan saya. "kenapa harus berpikir, untuk (aku) menjadi ada, dan adakah ketiadaan dibalik benda yang tidak berpikir?" keberadaan yang seperti apa, yang memicunya bersabda bahwa rasional menjadi identitas keberadaan.

       Saya memandang langit, dan apakah langit tidak ada? sejauh ide saya berpikir tentang keberadaan langit, sejauh itu keberadaan langit. Sedalam saya berpikir tentang lautan, sedalam pemikiran itu lah dalamnya lautan. semakin saya menyelami ide-ide yang mengombak dalam alam rasio, membawa alam sadar saya hanyut dimakan kejenuhan, samakin saya acuh terhadap kondisi pola pikir yang lusuh, dan berdebu.

       Pagi sekedar pagi, mentari menjadi hiasan insan yang hanya sibuk oleh status medsos. Yang ada hanya status dalam media sosial, yang membuat anak muda-mudi sok sibuk menyapa kehampaan ruang. Meluangkan waktu hanya sekedar mengkonsumsi medsos, mungkin muda-mudi lupa tentang keberadaanya, ruang hidupnya, dan keluarganya.

       Saya geli dengan pemandangan medsos, yang hanya sekedar serch perut kembung dan mencret. tanpa ada sapaan karya, atau berita lingkup sosial, piciknya ada sebuah berita yang berisi hasutan, dan bodohnya banyak yang tersumut kemarahan. Tergelincir terlalu dalam untuk menganggap medsos adalah media kebenaran.

       Setidaknya pemuda, atau pengguna medsos faham, tentang kegunaan. tentang apa yang ia gunakan serta apa manfaatnya. Ada baiknya ruang itu menjadi tempat untuk Berkarya, meluangkan ide-ide yang sebelumnya menjadi batas dialam nyata. Serta setidaknya mereka membuka ruang-ruang karya, dan menjadikan medsos sebagai penyalur komunikasi tentang karyanya.

      Dunia ini begitu semu, bila kita hanya diam tanpa tau, tentang apa yang kita pikirkan? hingga tidak ada jalan yang terang, karena ide-ide sudah mati tenggelam didasar lautan apatis gelap tanpa penerangan, yang menganggap dunia hanya sekedar barang yang mati. Dan yang menganggap alam ini mati, maka ia tidak berpikir kalau dia pun mati. Mati karena dia tidak siap menatap zaman, dan tersingkir oleh nyanyian para intelektul modern. "Melek zaman, melek belajar dan berkarya."

(Jombang.14.November 2015.Barokah hilmi)

Ruang Aksara - Nikmatnya Rasa

Nikmatnya cinta
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Tidak ada rasa yang lebih nikmat
Atas semua pemberiannya
Apapun itu, aku berterima kasih.

Sentuhan lembut dikaki kananku
Membuat aku semalaman merindukan namanya
Getaran itu membuatku luluh
Bengkak, perihpun aku mencintai rasa ini
Asalkan jangan cegah aku memujamu
Jangan halangi aku mencintaimu.

Tak bisa ku lalui semua ini tanpanya
Tolong, Biarkan rasa ini membekas
ataupun mengendap dikaki
menemani jalanan hidupku
untuk sampai pada nikmat tertinggi.

Aku benar-benar merasakan kasih
Nikmat mencintai
Bersama lamunan rindu ku memuja namamu
Membawaku melayang ditaman asmara.

Nikmatnya rasa...
Jangan biarkan menghilang
Jangan tinggalkan aku sendiri
Aku takut berjalan tanpa nikmatnya
Aku lemah tanpa cintamu
Karena hanya kepadamu,
Aku memuja dan kembali.
(13-November-2015.Jombang)

Rabu, 11 November 2015

teks pidato penyerahan pengantin bhs jawa

Assalamu alaikum wr.wb.
bismillah hirohman nirrohim,Alhamdulillah hirobbil alamina wakhafa,wassolatu wassalamu ala sayidina muhammadinil mustofa,waala alihi wa askhabihi ahli sidqi walwafa ama bakdu
Dumateng poro alim poro ulama ingkang tuhu kinakbetendumateng poro sesepuh,pinisepuh ugi adi sepuh ingkang tuhu kinormatan
kususon dumateng sohibul hajah ingkang kawulo hormati
wabil khusus dumateng temanten kekaleh ingkang berbahagia. 
Sa’derengipun monggo kito tansah muji syukur Alhamdulillah dumateng ngarsanipun Alloh SWT, ingkang sampun pareng Rohmat soho nikmat dumateng kulo lan panjenengan sami, sahingga kulo lan panjenengan sami saget pepanggihan,saget bertatap muka wonten ing majlis puniko,kanti rahayu wilujeng.saperlu angrawuhi undangan walimatul arus.mugi-mugi pepanggihan kulo lan panjenengan sami saget mbeto manfaat,kususipun dateng temanten kekalih lan umumipun dateng kulo panjenengan sami
Ingkang kaping kalihipun solawat soho salam ,allohuma soli ala sayidina Muhammad monggo tansah kunjuk dateng junjungan kito Nabi Besar Muhammad SAW nabi pungkasan ingkang kito antu-antu syafaatipun benjang ing dinten Qiamat. Amiin
Poro rawuh ingkang tuhu kinormatan !
saklajengipun kawulo ngaturaken agunging panuwun dumateng sederek pranoto acoro ingkang sampun paring wekdal dumateng kulo, mugi-mugi wekdal meniko saget kulo gunaaken ingkang sa’sahe-sahenipun.
Saklajengipun wonten ing mriki kawulo minongko wakil konco pengantin.ngaturaken agunge panuwun dumateng Shohibul kajah ingkang sampun nampi kulo sakonco kanti lemahing penggalih,sampun nyediaaken papan pinara’an, shoho dedaharan lan unjukan ingkang kados mekaten mewahipun, wonten ing mriki kawulo atas nami konco pengantin, mboten saget mbales penghormatan meniko kejawi namung saget dungaaken dateng Shohibul kajah sekeluarga Mugi-mugi penghormatan meniko andadoso amal sholehipun ingkang ditrimo dening Allah, shoho dipun bales kanthi balesan ingkang sakkatah-katahipun.
Poro rawuh ingkang tuhu kinormatan
selajengipun, wonten ing mriki kawulo minongko wakil saking walinipun pengantin putri inggih puniko Bapak……. saking dusun ……… kawulo nampi Amanat saking Bapak ……., ingkang supadoso masrahaken temanten putri ingkang Asma ………, dumateng bapak …….. mriki minongko tiyang sepuhipun temanten kakung. Pramilo saking meniko kanthi ucapan “Bismilah” temanten putri meniko kulo pasrahaken dumateng Bapak ….. mriki, kanti pasrah bongko’an tegesipun inggih kados mekaten meniko kawontenanipun. Dene wonten kekirangipun sangking segi nopokemawon, , kawulo suwun Bapak Shohibul hajah mriki kususipun, lan sedoyo keluarga soho masyarakat mriki umumipun kersoho paring bimbingan soho tuntunan, kados pundi amrih saget sahenipun.
Bapak ibu ingkang tuhu kinormatan !
Ingkang terakhir kawulo ugi atas nami wakil saking konco pengantin bilih acara mangke sampun paripurno, kawulo sa’rombongan, ugi nyuwun pamit sepindah, soho nyuwun tambahipun do’a Mugi2 kulo sa’rombongan wangsul saking dalem mriki, tumuju dateng griyanipun piyambak, tansah dipun paringi slamet, wilujeng, boten wonten alangan setunggal punopo. Amiin.
sa’derengipun kulo pungkasi, kawulo minongko wakil saking konco temanten, kulo nyuwun agunging pangapunten,mbokbilih wonten tingkah tanduk, trap susilo ingkang kirang nyocoki dateng panggalehipun Shohibul kajah mriki sakeluarga. Shoho kangge kulo pribadi sedoyo kesalahan awal ngantos akhir kulo nyuwun pangapunten ingkang sak katah-katahipun.
Wabillahi taufiq walhidayah wassalamu alaikum wr wb

Senin, 02 November 2015

Ruang Aksara - Regulasi

Regulasi
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Atas
Bawah
Atas
Bawah

 Bawah
Atas
Bawah
Atas

Atas
Bawah
Bawah
Atas.

Korupsi Pejabat Negara Berlipat ganda
dari atas kebawah
dari bawah keatas
(03-oktober-2015_Jombang-Jatim)

Ruang Aksara - Si Tua

Si Tua
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Paras cemong goresan luka
Badan gemuk terkapar hambar
Kakipun sudah tak berdaya
Salahkah si tua mengharap doa?
Dahulu berbunga dimasa mudanya
Menebar duka diantara sesama
Menabur asap bersembunyi dalam tanya
Banyak yang terluka ia sering tertawa.
Wahai Muda...
Kau lupa dengan si tua
Ialah wajah masa depanmu
Yang menebar duka, berbuah luka
Yang menyia-sia, pasti tersiakan
semoga kau berkaca
Agar tua kau tak mati penuh luka.

(07-Oktober-2015_Jombang-Jatim)

puisi_Pemakan segalanya

Pemakan Segalanya
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Batu ia makan
Kayu ia makan
Paku ia makan
Besi ia makan
Pasir ia makan
Pembangunan ia memakannya.

Bunga-bunga di taman
Buah-buah di ladang
Hewan-hewan di hutan
Karang-karang di lautan
kemiskinan pun ia makan.

Pemakan bangkai saudaranya
pemakan waktu
pemakan uang
pemakan emas
pemakan perak
pemakan tembaga
pemakan besi
pemakan intan
pemakan mutiara
pemakan akik
pemakan Rumah Tuhan
pemakan Kitab Suci
pemakan sekolahan
pemakan pepohonan
pemakan irigasi
pemakan gapura
pemakan stadion
pemakan jabatan
pemakan berkas
pemakan toilet umum
pemakan moral
pemakan pendidikan
pemakan seni
pemakan agama
pemakan ideologi
pemakan hukum
pemakan lautan
pemakan hutan
pemakan transportasi
pemakan stasiun
pemakan terminal
pemakan bendara
pemakan dermaga
pemakan pasar
pemakan trotoar
pemakan tol
pemakan rumah sakit
pemakan upeti
pemakan sumber daya alam
pemakan pemakan segalanya???!
Pejabat Korup pemakan segalanya.


(03-November-2015_Jombang-Jatim)