Sabtu, 24 Juni 2017

Ruang Aksara - 1 Syawal 1438 H - Giandra Gilang Panggaluh.

Tidak ada kata-kata mesrah untuk melepasmu malam ini,
Ataupun luapan indah yang ku rangkai dengan asmara.

Aku hanya sanggup menunduk
Dan terus menunduk hingga fajar memanggilku.
Mengecil dan terus berusaha mengecil
Hingga tak ada rasa angkuh.

Aku tidak bermaksud bersedih.
Ataupun bergembira dengan nada membara.
Aku hanya merasa kehilangan.

Ditepian cinta dan kedalaman nafsu, aku hanya manusia rapuh.
Setetes darah dari sekian darah yang berwarna merah.
Dan aku hanya perindu yang berusaha menyentuh cintamu.
Dengan setitik harapan,
Yang kusimpan didalam taman hatiku.
Dengan harapan; esok? Kita akan bertemu kembali.
Dengan cinta yang lebih baik.
Yang ku persembahkan untukmu.

1 Syawal 1438 H
Giandra Gilang Panggaluh.

Senin, 19 Juni 2017

Ruang aksara - oleh: Kahlil Gibran

Sebutir Debu


Adalah sebutir debu…
Meringkuk kedinginan… Mengitari bumi tanpa rona
Selimut kecilnya tersapu angkasa
Rajut penghangatnya tercerai tanpa janji
Rindu…
Masih mendekam dalam setiap detak jantung nafasnya
Walau hanya sekedar sapa.. hanya sebatas tanya
Di setiap penat letih dan keterpurukan nya
Dia berlari di tengah gurun gulita
Mengais-ais oase kehangatan
Bintang di tirai angkasa, tak cukup untuk menghangatkan nya
Mencari bulan, namun raib
Mentari, ia pun terlelap.
Biarkan....
Biarkan saja dia sendiri
Menikmati renungan gulita
Biarkan sang raja malam mengurungnya
Memenjarakan nya dalam gelap
Menghangatkan diri sendiri di perapian bagaskara.

Jumat, 16 Juni 2017

Ruang Aksara - Oleh: Kahlil Gibran

Anak

Pengarang: Kahlil Gibran
Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Ruang Aksara - Oleh: Wiji Thukul

PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
.
(Wiji Thukul, 1986)

Ruang Aksara - Oleh: Jalaluddin Rumi

TETAP INGKAR

Apabila ada yang mengatakan kepada janin di rahim, ”Di luar sana ada sebuah dunia yang teratur,
Sebuah bumi yang menyenangkan, penuh kesenagan dan makanan, luas dan lebar;
Gunung, lautan, dan daratan, kebun buah-buahan mewangi, sawah dan ladang terbetang,
Langitanya sangat tinggi dan berbinar, sinar mentari dan cahaya bulan serta tak terkira banyaknya bintang;
Keajaibannya tak terlukiskan: mengapa kau tetap tinggal, mereguk darah, di dalam penjara yang kotor lagi penuh penderitaan ini?
Janin itu, sebagaimana layaknya, tentua akan berpaling tak percaya sama sekali; karena yang buta tak memiliki imajinasi.
Maka, di dunia ini, ketika orang suci menceritakan ada sebuah dunia tanpa bau dan warna,
Tak seorang pun di antara orang-orang kasar yang mau mendengarkannya: hawa nafsu adalah sebuah rintangan yang kuat dan perkasa –
Begitupun dengan hasrat janin akan darah yang memberinya makanan di tempat yang hina
Merintanginya menyaksikan dunia luar, selama ia tak mengetahui makanan selain darah semata.


Ruang Aksara - Oleh: Jalaluddin Rumi

MUSIK KENANGAN

Dikisahkan, seruling dan kecapi yang menawan telinga kita
Nadanya berasal dari perputaran angkasa;
Namun Iman, yang melampaui lompatan spekulasi,
Dapat mengerti merdunya setiap suara yang tak serasi.

Kami, yang bagian dari Adam, bersamanya mendengarkan
Nyanyian para Malaikat dan Muqarrabin.
Meski tumpul dan menyedihakan, ingatan kami
Masih menyimpan gema alunan nada surgawi.

Oh, musik adalah hidangan bagi para pencinta,
Musik ’kan melambungkan jiwa ke dunia Sana.
Bara berpijar, api abadi pun kian berkobar:
Sembari menikmati dengan suka-ria kami pun dengar.


Ruang Aksara - Lagu Ombak Pengarang: Kahlil Gibran

Lagu Ombak

Pengarang: Kahlil Gibran
Kategori: Kahlil Gibran, Alam, Kehidupan
Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa
Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.

Rabu, 14 Juni 2017

Ruang Aksara - Kenampakan Lingkungan, lingkungan alam dan lingkungan buatan

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

CERITA KENAMPAKAN LINGKUNGAN

Kicauan burung bersuara merdu mengisi ruang hijau pepohonan kebun jati di desa wonokerto, dan tidak kalah meriyahnya suasana sorak gembira; geraldi, andi, ibra dan anak-anaknya yang lagi asyik membantu kerja bakti warga membersihkan desa pada hari minggu, sambil menikmati liburan pekan.

Geraldi dan teman-temannya sudah terbiasa mengisi waktu libur dengan melaksanakan kerja bakti dengan warga sekitar. Mereka sangat menyadari bahwa lingkungan harus dirawat, sebagai bentuk rasa bersyukur atas nikmat menghirup udara segar dan pemandangan yang indah disekeliling desanya. Dan dampak dari merawat alam, geraldi dan warga desa dapat memperoleh makanan dari hasil bercocok tanam di sawah dan kebun, karena lingkungannya masih bersih dan sehat.

Di desa wonokerto, suasana lingkungannya sangat nyaman dan bersih, udara segar itu diperoleh dari pohon-pohon yang rindang. Pemandangan sawah-sawahnya hijau royo-royo, dan sungai diujung sawah mengalir air yang masih jernih, menjadi tempat untuk memancing ikan dan mengaliri sawah, karena warga desa wonokerto sangat menyadari pentingnya kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Tak jauh dari desa wonokerto ke arah selatan, tepatnya didesa wonosalam, terdapat juga pegunungan yang sangat bagus pemandangannya. Disana juga tidak hanya ada pegunungan dan bukit, tetapi terdapat juga air terjun, sungai, lembah, dan dataran hijau, yang termasuk kenampakan lingkungan alam.

Berbeda dengan daerah perkotaan, perhatikan disana banyak berjajar gedung-gedung tinggi, jalan raya yang ramai kendaraan bermotor, dan dipinggiran kotanya terdapat bangunan pabrik, yang mengakibatkan udara disana sudah tidak segar lagi.

Di pinggiran kota lingkungannya sangat padat penduduk, kumuh dan lingkungannya sudah tidak sehat lagi, serta tidak sedap dipandang karena sampah yang berserakan tidak terurus. Misalnya saluran air yang mampet, berbau tidak sedap itu dikarenakan banyak sampah disungai yang tidak terurus, dan limah pabrik tidak beraturan meracuni udara. Padahal bangunan seperti gedung, pabrik, dan jalan raya itu adalah termasuk kenampakan lingkungan buatan, yang harus dijaga dan juga dirawat keberadaannya, agar tidak mencemari lingkungan. Karena menjaga dengan merawat lingkungan adalah kebaikan serta kewajiban semua manusia, dengan merawat lingkungan manusia terbebas dari penanyakit sebab sehat lingkungannya.

***
Selaesai kerja bakti geraldi dan warga desa kembali kerumahnya masing-masing untuk beristirahat melepas letih. Tetapi beberapa warga desa ada yang menikmati kopi di pos ronda sambil bercanda gurau, namun geraldi dan anak-anak kecil lainnya kembali kerumahnya masing-masing untuk mengambil pancingan dan keperluan lainnya, lalu menuju kesungai untuk memancing ikan bersama-sama.

Sesampainya anak-anak disungai, ternyata disana sudah ada mas andra dibawah pepohonan rindang dipinggiran sungai berteduh sambil asyik menancing, mereka saling menyapa. Geraldi dan anak-anak lainya kangsung berjajar duduk disamping sungai tersebut dibawah pepohonan berdekatan dengan mas andra.
Dibawah pepohonan yang teduh dan ditambah dengan semilir angin yang sepoi-sepoi, sambil asyik memancing mas andra mengajak ngobrol geraldi dan anak-anak lainya:

Mas andra       : Geral dan andik-andik ada yang tahu apa gak, apa yang disebut lingkungan?

Diantara anak-anak lainnya, geraldi langsung menjawab pertanyaan mas andra dengan semangat.

Geraldi            : itu mas, segala sesuatu yang ada disekitar manusia itu disebut lingkungan.

Mas andra       : iya benar, lebih gamblangnya kenampakan atahu kawasan yang ada disekitar kita inilah disebut lingkungan. Termasuk sungai yang ada didepan kita ini dan kenampakan lingkungan yang ada disekitar manusia sangatlah beragam loh.

Geraldi            : beragam, maksud mas andra apa, tentang kenampakan lingkungan beragam itu?
Dengan penasaran geraldi bertanya balik kepada mas andra, tentang apa yang dimaksud dengan lingkungan yang beragam tersebut.

Mas andra       : jadi begini, maksud mas andra, kenampakan lingkungan itu sangat banyak, dan dibagi menjadi dua. Dari andik-andik ada yang tahu apa tidak, penampakan lingkungan itu terbagi menjadi dua, itu apa saja?

Tiba-tiba suasana hening, geraldi dan anak-anak lainnya menyimak dan berpikir sejenak tentang pertanyaan dari mas andra. Tak lama kemudin ibra menjawab pertanyaan mas andra.

Ibra                  : kalau tidak salah kenampakan lingkungan yang terbagi dua itu adalah lungkungan alam dan lingkungan buatan, mas.
Mas andra       : tepat sekali, kenampakan lingkungan itu terbagi menjadi dua, adalah lingkungan alam dan lingkungan buatan.
Andi                : iya mas, tetapi perbedaan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan itu apa ya mas?
Lalu dari pertanyaan andi itu, mas andra menjelaskan lebih mendalam tentang perbedaan kenampakan lingkungan alam dan lingkungan buatan tersebut, hingga semua hening untuk mendengarkan dan menyimak penjelasan mas andra :

Mas andra       : pernahkah diantara andik-andik melihat gunung dari kejauhan, atahu pernahkah  andik-andik pergi kelaut atahu kedanau? Ya, Gunung, laut dan danau itu adalah salah satu contoh macam-macam kenampakan lingkungan alam, jadi yang dimaksud dengan lingkungan alam itu adalah segala sesuatu yang ada dibumi, daratan dan lautan yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa itu disebut lingkungan alam. Sedangkan  yang disebut lingkungan buatan adalah kenampakan yang ada dibumi, yang dengan segaja dibuat manusia untuk memenuhi kehidupannya, contohnya yang setiap hari andik-andik lewati sehari-hari seperti jalan raya, jembatan, terminal, stasiun dan gedung sekolah itu disebut lingkungan buatan. Fahamkan andik-andik yang mas andra jelaskan?

Sambil menyimak penjelasan mas andra, geraldi dan teman-temannya manggut-manggut, bertanda geraldi dan teman-temannya memahami penjelasan mas andra. Mereka memahami tentang perbedaan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. Bahawasannya segala sesuatu yang ada dibumi ini, itu disebut lingkungan, dan lingkungan terbagi menjadi dua. Yaitu lingkungan alam dan lingkungan buatan. Lingkungan alam adalah segala sesuatu kenampakan yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan yang disebut lingkungan buatan adalah kenampakan yang ada dibumi yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kehidupannya.

Jam sudah menunjukakan pukul 15.00 WIB, anak-anak dan ma s andra masih asyik memancing sambil membicarakan tentang lingkungan. Dan hampir seluruah anak-anak sangat antusias menyimak dan bertanya kepada mas andra, bagi mereka membicarakan tentang pengetahuan adalah hal menarik. Apa lagi kali ini mereka mendiskusikan tentang lingkungan, mereka sadar betul, bahwasannya sangatlah penting untuk mereka mengenal lingkungan.

Geraldi            : jadi seperti sungai, dan dataran yang ada didesa kita ini adalah bentuk kenampakan alam ya mas?

Mas andra       : iya tepat sekali, coba contohkan lagi apa saja bentuk kenampakan alam yang andik-andik ketahuai?

Ibra                 : seperti gunung  mas, saya pernah kesana. Gunung dan bukit mas.

Mas andra       : iya. bukit seperti halnya gunung, bukit memiliki puncak, tetapi puncak bukit tidak seperti gunung, puncak bukit lebih landai dan puncak bukit lebih terlihat rata. Berbeda dengan bukit, puncak gunung beragam bentuknya, ada yang tampak kerucut atahu piramida, dan ada pula yang berbentuk trapesium. Gunung ada yang berdiri sendiri dan ada pula yang berupa kumpulan gunung-gunung yang bisa disebut pegunungan. Dan gunung itu terbagi menjadi dua, ada gunung berapi ada yang biasa. Kalau gunung merapi adalah gunung yang bisa meletus, dan kalau gunung biasa adalah gunung yang tidak bisa meletus.

Andi                : kalau yang ada didaratan seperti hutan, padang rumput dan pada pasir itu juga termasuk lingkungan alam ya mas? Dan ada juga, seperti sungai, rawa, lembah, pantai dan danau.

Mas andra       : iya itu juga termasuk contoh lingkungan alam, dan sekarang mas andra tanya kepada andik-andik, sebutkan contoh lingkungan buatan disekitar kita?

Ibra                 : lingkungan buatan tandi apa mas, saya lupa?

Sahutan ibra tiba-tiba menggelitik suasana yang sebelumnya hening, menjadi pecah dengan canda dan tawa. Sangking asiknya ibra menyimak tentang keterangan lingkungan alam yang barusan didiskusikan bersama mas andra, ibra dengan lugunya lupa tentang apa yang disebut lingkungan buatan, dan tanpa menunggu lama, andi langsung dijelaskan kembali tentang apa yang dimaksud dengan lingkungan buatan kepada ibra.

Andi                : lingkungan buatan itu, adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya manusia. Contohnya tadi yang disebutkan mas andra, ada sekolah dan jalan raya.

Ibra                 : oh iya lupa, terimakasih andi. Jadi seperti taman dan kolam itu bisa disebut lingkungan buatan ya?

Dengan tawa yang menggelitik suasana semakin meriah penuh canda dan tanya jawab seputar lingkungan hidup.

Mas andra       : tepat sekali taman dan kolam juga disebut lingkungan buatan. geral bagaimana, tahu contohnya lingkungan buatan?

Geraldi            : terminal, stasiun, bandara, dermaga, sawah,waduk dan kawasan industri adalah lingkungan buatan mas.

Mas andra       : oke, semua cerdas. jadi jelas ya, semua kenampakan yang ada dipermukaan bumi, diantara air dan tanah itu disebut lingkungan, dan lingkungan terbagi menjadi dua, ada lingkungan alam dan lingkungan buatan. sekali lagi mas andra ulangi, bahwasannya kenampakan diatas permukaan bumi, air dan tanah yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, dan yang tumbuh secara alami itu disebut lingkungan alam, dan sedangkan kenampakan diatas permukaan bumi, diantara air dan tanah yang dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhannya itu disebut lingkungan buatan.

Dari penjelasan akhir mas andra tersebut, menandakan berakhir sudah pembahasan mereka dan aktifitas memancingnya. Anak-anak wonokerto dan mas andra saling berpamitan untuk pulang kerumahnya masing-masing, karena waktu sudah sore, dan matahari sudah mulai condong ke barat menyembunyikan sinarnya.

Hari itu adalah hari yang menarik untuk anak-anak mendapat pengetahuan baru tentang lingkungan yang dijelaskan oleh mas andra, sambil memancing dipinggiran sungai. Bagi anak-anak desa Wonokerto mereka dapat belajar kapanpun dan dimanapun.

Bersambung...

#RevisiKe2


Minggu, 11 Juni 2017

Ruang Aksara - Arus waktu bersamanya

Arus waktu bersamanya

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Setidaknya waktu telah mempertemukannya
Mengaliri dahaga diwaktu muda
Bercengkrama didalam dunia fana
Menjadi kisah disetiap perjalanan bersamanya,
Dahulu arusnya deras memberi warna
Berseri-seri membawa angan penuh melodi
Dan entah kenapa, arus beranjak pergi
Usai kini terlepas segalanya
Hingga tak ingin ku menyisakan setitik warna.

Biarkan semuanya mengalir
Seperti halnya waktu itu aku berjumpa
Sesekali terbendung akan melukai diantaranya
Dan kinipun, ku biarkan tetap mengalir
Meskipun harus terhapus bayangannya
Karena tak sekalipun aku sanggup membendung takdirnya.
Dan kini izinkan aku beranjak.

Jumat, 02 Juni 2017

Ruang Aksara - Tenggelam

Tenggelam
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Lemah jiwa yang terdampar oleh penyesalan.
Merintih kesakitan, terjepit oleh duniawi.
Hatinya telah mati ditikam nafsu.
Akal sehatpun sudah tercemari limbah emosi.

Tenggelam, ia terkurung kedalam tangis penyesalan.