Kucing yang manis
Senja buta mulai menyelimuti Desa Wonokerto, seekor kucing dengan wajah yang murung sedang merenung didalam kesedihannya. Tergambar jelas diwajahnya, ia sedang kalut tersedu-sedu dipojokan gang rumah Kak Andra.
Tepatnya pukul 19.00, Kak Andra menyadari ada suara sendu disamping rumahnya. Tanpa berpikir panjang kak andra langsung menghampiri suara tersebut dan ditemuinya seekor kucing hitam bersih sedang menangis. "Ada apa kucing cantik?" tanya kak andra sambil mengelus si kucing dan mengajak si kucing masuk kerumah kak andra. Dengan memasang wajah kaget dan heran si kucing menjawab "saya tak mempunyai teman kak", sembari jalan memasuki rumah kak andra dengan tersedu-sedu si kucing menjelaskan kesedihannya; Ia (kucing) yang dikenal mempunyai nama "Shecat", menceritakan kepada kak andra, bahwasannya ia tidak berani berteman, karena tidak percaya diri memiliki bulu-bulu yang berwarna hitam pekat.
Mendengar keluhan Shecat, kak andra hanya tersenyum dan langsung menasihatinya dengan nada yang halus. "Engkau seharusnya bersyukur karena sudah diberi Tuhan Yang Maha Esa; bulu berwarna hitam yang sedemikian indah itu," nasihat kak andra kepada shecat. Dan si kucing hanya bengong mendapati nasihat Kak andra. "Kau mengerti landak?" lantas lanjut tanya kak andra kepada shecat. "Iya mengerti, ada apa dengan landak kak?" jawab shecat dan menyakan balik kepada kak andra.
Dengan senyum yang ramah sambil duduk disofa, kak andra menceritakan keistimewaan landak kepada shecat; dahulu landak sesekali pernah bersedih kepada dirinya sendiri, karena ia terlahir dengan bulu-bulu yang tajam, dan saat ia tumbuh dewasa landak menyadari manfaat bulu-bulunya yang tajam itu. Dengan bulu-bulu yang tajam tersebut Ia (landak) bisa melindungi dirinya sendiri dan teman-teman disekitarnya bila diganggu oleh orang jahat, dan landak sangat bersyukur oleh keberadaan bulu-bulunya yang tajam tersebut.
Mendapati cerita dari kak andra shecat, mengusap air matanya, dan menanyakan hubungan landak dengan dirinya sambil duduk manis disofa.
Shecat: "lantas apa hubungannya bulu-bulu tajam landak dengan bulu hitamku kak?"
Kak andra: "semua mahluk mempunyai kekurangan dan kelebihan, adapun itu semua mempunyai manfaat didalam kehidupannya. Kucing cantik artinya; kamu harus bersyukur karena kamu diberi Tuhan Yang Maha Esa bulu-bulu yang halus dan hitam pekat begitu."
Shecat: "iya kak, saya seharusnya bersyukur karena dibalik tajamnya bulu landak saja sangat bermanfaat adanya."
Kak andra: "iya betul sekali, maksud kakak demikian, dan lagi; semua itu bukan tanpa berjuang looh?"
Shecat: "berjuang? Maksud kakak apa?"
Kak andra: "dengan bersungguh-sungguh kamu harus berjuang mulai sekarang mencari teman dan berbuat baik kepada temanmu, karena keburukan itu bukan karena warna bulu, atau tampang." lanjut kak andra, "keburukan itu karena tingkah laku, artinya; bila kamu baik kepada teman, maka kamu akan banyak teman, dan sebaliknya," tegas kak andra.
Shecat: "Terimakasih kak, sudah mau menasihati saya," lanjut shecat, "kak andra mau berteman dengan saya?" pungkas shecat
Kak andra: "ya mau dooonk, hhhehe," sambil tertawa, "lagian siapa sih yang tidak mau berteman dengan kucing yang manis ini."
Shecat: "sekali lagi terimakasih ya kak."
Kak andra: "sama-sama manis."
Tak terasa waktu menjemput gelap, kak andra dan shecat masih asyik bercanda gurau diruang tamu didalam rumah kak andra. Dan akhirnya mereka saling berpamitan satu sama lain.
Dari perbincangan dengan kak andra, shecat mendapat titik terang atas kesedihan yang tadi sempat mengurungnya itu. Ia menyadari bahwasannya ia harus berubah, serta harus berjuang untuk berprilaku baik. Agar dikemudian hari ia dapat berteman baik dengan semua orang tanpa terkecuali.
Sekian terimakasih.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh.
Senja buta mulai menyelimuti Desa Wonokerto, seekor kucing dengan wajah yang murung sedang merenung didalam kesedihannya. Tergambar jelas diwajahnya, ia sedang kalut tersedu-sedu dipojokan gang rumah Kak Andra.
Tepatnya pukul 19.00, Kak Andra menyadari ada suara sendu disamping rumahnya. Tanpa berpikir panjang kak andra langsung menghampiri suara tersebut dan ditemuinya seekor kucing hitam bersih sedang menangis. "Ada apa kucing cantik?" tanya kak andra sambil mengelus si kucing dan mengajak si kucing masuk kerumah kak andra. Dengan memasang wajah kaget dan heran si kucing menjawab "saya tak mempunyai teman kak", sembari jalan memasuki rumah kak andra dengan tersedu-sedu si kucing menjelaskan kesedihannya; Ia (kucing) yang dikenal mempunyai nama "Shecat", menceritakan kepada kak andra, bahwasannya ia tidak berani berteman, karena tidak percaya diri memiliki bulu-bulu yang berwarna hitam pekat.
Mendengar keluhan Shecat, kak andra hanya tersenyum dan langsung menasihatinya dengan nada yang halus. "Engkau seharusnya bersyukur karena sudah diberi Tuhan Yang Maha Esa; bulu berwarna hitam yang sedemikian indah itu," nasihat kak andra kepada shecat. Dan si kucing hanya bengong mendapati nasihat Kak andra. "Kau mengerti landak?" lantas lanjut tanya kak andra kepada shecat. "Iya mengerti, ada apa dengan landak kak?" jawab shecat dan menyakan balik kepada kak andra.
Dengan senyum yang ramah sambil duduk disofa, kak andra menceritakan keistimewaan landak kepada shecat; dahulu landak sesekali pernah bersedih kepada dirinya sendiri, karena ia terlahir dengan bulu-bulu yang tajam, dan saat ia tumbuh dewasa landak menyadari manfaat bulu-bulunya yang tajam itu. Dengan bulu-bulu yang tajam tersebut Ia (landak) bisa melindungi dirinya sendiri dan teman-teman disekitarnya bila diganggu oleh orang jahat, dan landak sangat bersyukur oleh keberadaan bulu-bulunya yang tajam tersebut.
Mendapati cerita dari kak andra shecat, mengusap air matanya, dan menanyakan hubungan landak dengan dirinya sambil duduk manis disofa.
Shecat: "lantas apa hubungannya bulu-bulu tajam landak dengan bulu hitamku kak?"
Kak andra: "semua mahluk mempunyai kekurangan dan kelebihan, adapun itu semua mempunyai manfaat didalam kehidupannya. Kucing cantik artinya; kamu harus bersyukur karena kamu diberi Tuhan Yang Maha Esa bulu-bulu yang halus dan hitam pekat begitu."
Shecat: "iya kak, saya seharusnya bersyukur karena dibalik tajamnya bulu landak saja sangat bermanfaat adanya."
Kak andra: "iya betul sekali, maksud kakak demikian, dan lagi; semua itu bukan tanpa berjuang looh?"
Shecat: "berjuang? Maksud kakak apa?"
Kak andra: "dengan bersungguh-sungguh kamu harus berjuang mulai sekarang mencari teman dan berbuat baik kepada temanmu, karena keburukan itu bukan karena warna bulu, atau tampang." lanjut kak andra, "keburukan itu karena tingkah laku, artinya; bila kamu baik kepada teman, maka kamu akan banyak teman, dan sebaliknya," tegas kak andra.
Shecat: "Terimakasih kak, sudah mau menasihati saya," lanjut shecat, "kak andra mau berteman dengan saya?" pungkas shecat
Kak andra: "ya mau dooonk, hhhehe," sambil tertawa, "lagian siapa sih yang tidak mau berteman dengan kucing yang manis ini."
Shecat: "sekali lagi terimakasih ya kak."
Kak andra: "sama-sama manis."
Tak terasa waktu menjemput gelap, kak andra dan shecat masih asyik bercanda gurau diruang tamu didalam rumah kak andra. Dan akhirnya mereka saling berpamitan satu sama lain.
Dari perbincangan dengan kak andra, shecat mendapat titik terang atas kesedihan yang tadi sempat mengurungnya itu. Ia menyadari bahwasannya ia harus berubah, serta harus berjuang untuk berprilaku baik. Agar dikemudian hari ia dapat berteman baik dengan semua orang tanpa terkecuali.
Sekian terimakasih.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh.