Rabu, 24 Mei 2017

Ruang Dongeng - Kakek pikun dan Budi yang baik hati

Kakek pikun dan Budi yang baik hati

Di suatu pagi duduk seorang Kakek tua yang sedang murung dipinggiran sungai Desa wonokerto didepan rumahnya, datang Peri kecil menawan bersayap biru dan merah yang bernama Devina. ”Ada apa Kakek kok murung gitu?” tanya Peri kecil kepada Kakek. “Ini Peri, sepeda motor Kakek yang berwarna biru hilang?” jawab Kakek kepada Peri Devina. “oh iya, nanti Devina bantu,” tegas Peri kepada Kakek sembari pamitan mencari motor Kakek yang hilang.

Baru terbang 7 meter memasuki tengah-tengah Desa Wonokerto Peri bertemu kak Andra yang lagi duduk asyik didepan rumahnya. “pagi kak Andra,” sapa Peri Devina. “pagi juga Peri,” jawab kak Andra. Peri Devina lantas menanyakan prihal motor Kakek yang hilang kepada kak Andra. “Itu Peri tadi saya menjumpai Budi sedang menuntun Sepeda motor berwarna biru didepan pasar menuju rumahnya,” lanjut kak Andra, “mungkin itu motor Kakek.” Tanpa bosa-basi Peri Devina berpamitan “terimakasih kak Andra,” jawab Peri dan langsung menuju rumah Budi yang berjarak 8 meter dari rumah kak Andra.

Belum sampai rumah Budi, baru terbang 4 meter Peri Devina berpapasan dengan Budi dipertigaan jalan yang sedang menuntun Sepeda motor biru. “mau kemana Budi,” tanya Peri Devina kepada Budi. Lantas Budi berhenti menuntun dan menjelaskan kepada Peri kecil Devina, bahwasannya ia (Budi) ingin menuju rumah Kakek untuk mengantarkan motor Kakek yang tadi subuh ketinggalan di Masjid depan pasar, selesai kakek Sholat subuh.

Lantas tanpa perbincangan panjang Peri Devina dan Budi langsung menuju rumah Kakek yang berada disamping sungai desa wonokerto untuk mengantarkan Sepeda motor.

Sesampainya didepan Rumah kakek, kekek langsung lari dari lemunannya dan memeluk Sepeda motornya, serta berterimakasih kepada peri devina, “terimakasih Peri, yang telah menemukan Sepeda motor kakek.” Peri Devina tersenyum manis dan menjelaskan kepada kakek bahwasannya Sepeda motornya itu tidak hilang, melainkan ketinggalan didepan Masjid se-waktu kakek Sholat subuh, dan juga atas kebaikan Budi lah yang patut menerima terimakasih dari kakek, kerena Budi yang menyadari akan kepikunan kakek dan berbaik hati mengantarkan Sepeda motor biru itu kepada kakek.
Sekian terimakasih....
Teruslah belajar dan berbuatlah kebaikan.

#berapa jarak dari pertigaan ke rumah kakek?

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar