Kamis, 29 Oktober 2015

Ruang Aksara - Jangan kecil hati

Jangan kecil hati
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Menjerat diri sendiri
didalam gelapnya iri hati
cemburu menjadi sangkar pertikaian
seolah bebas ungkapkan emosi
tanpa memahami batas bernotasi
mengumbar baleho kebencian dipersimpangan jalan
hingga mengibarkan bendera perseteruan
mengolok, menghina, menginjak hingga melukai.

se elok itukah perjuangan????
kebebasan menjadi alat perhasutan
menjadi pedang yang siap menikam
tak peduli, asalkan dahaga terlunasi
hingga wajah lupa diri sendiri.

kebaikan hanya menjadi ilusi
kesejahteraan sekedar umbar janji
keragaman dianggap ke kafiran
kebersamaan hanya kedok kelaparan
dan persaudaraan kini bermuka dua.

tentang apa perjuangan???
tau apa kesejahteraan???
tentang diri sendirikah???

hanya tak sengaja menginjak kaki
kini menjadi perang abadi.
bukan...,
bukan soal kaki yang terinjak
kini soal perut karet
yang dikemas rapih dalam berideologi.

tetapi jangan berkecil hati.
TUHAN menjadi tempat kembali.
untukmu yang merasa sepi
untukmu yang ikhlas menepi
jangan sungkan menghampiri
jangan malu membunuh dengki
kemarilah, dekatkan diri
semoga membuka cahaya hati.

(30-oktober-2015)






Ruang Aksara - apa peduliku

Apa peduliku
oleh: Giandra Gilang Panggaluh

kau cemooh
kau menipi
kau puji
kau pukuli.

palu saja
hingga pecah kepuasanmu
apa peduliku
matipun tak berarti.

tak usah kau beralasan
ada golok dilemari
ambil dan temui aku
aku tak gentar.

puas hanya untuk menginjak harga diri?
hahhaha... 
aku yakin kau makhluk kesepian
karena kau tak mengenal kawan.

kawan kau puji
dibelakang kau caci
kau hanya pengecut
yang sedang kelaparan.

(jumat-30-oktober-2015.jombang jatim)


Jumat, 23 Oktober 2015

Ruang Aksara - Melewati letihku

Melewati letihku

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh


Jalanan panas dan berdebu

Disertai sorakan anjing menggebu
Tatapan dingin membuang ludah
Tak jarang batu nyasar dimuka.


Ada apa aku terbawa lesuh

Padahal aku tau semua itu cemburu
Hingga tangis menetes dipipiku
Tersapu, Terhanyut, dan terkapar.


Tak seharusnya aku selemah itu
Padahal aku tau itu hanya bayangan semu
Itu hanya pemandangan hitam dimataku
Dan rasa perih dibatinku
Lantas...
Apa peduliku, atas murka olokanmu?


Kini akupun menjauh
Agar kau lebih kencang berteriak
dan lebih puas mengolok.
Tetapi jangan sesalkan
Karena aku tak akan menyesalimu.


Aku kan terus belajar
Berkarya dari pintu kepintu
Tanpa aku menyimpan luka dihari itu
hari yang pernah terlewati
Karena tersenyum lebih indah saat ini.


Aku ada, 
memang ini menjadi jalanku
Melewatu letih, aku harus sanggup berdiri tegap

Semua demi masa depan
Biarlah letih menyambuk hariku
Karena tanpa adanya letih
aku tak merasakan bahagia
(24-Oktober-2015.Jombang-Jatim)

Kamis, 22 Oktober 2015

Ruang Aksara - kau tak sendiri

Kau tak sendiri
oleh: Giandra Gilang Panggaluh


Cinta, sakit bukanlah akhir segalanya
Rasa itu adalah manifestasi kehidupan
Anggap saja itu jalan nikmatmu
Air mata tak akan menutup luka
Tetapi, bila ingin menangis, menangislah...
Menagislah bila itu menambah nikmatnya.


buang seluruh kesalmu kepadaku,
hingga tak menyisahkan borok dihatimu
karena kebencian tak akan pernah usai, bila kau memulainya
Maka tidurlah dipangkuanku, agar kau tak merasa kesepian.


untuk apa kau menyisakan ruang

bila ditempati oleh kebencian
yang akhirnya membusuk
dan menyakitimu...


jangan terlena oleh luka

bangkit dari gelapnya sepi
karena kau tak sendiri
meskipun aku tak nampak
bukan berarti aku tak ada
aku selalu ada disandingmu
menemanimu dari jahatnya luka
bermunajatlah dengan menyebut namanya
agar kau merasa lebih baik
dan kau bangkit berkarya


maka nikmatilah jalan sepi, dengan lantunan syair cinta

agar tak ada ruang kosong, yang diisi oleh benci
jejak langkah penuh kesabaran, mencangkul gersangnya kesombongan luka
tersenyum untuk masa depan, kebahagiaan pasti kau dapatkan

Jumat, 16 Oktober 2015

Ruang Aksara - Diantara atas dan bawah

Diantara atas dan bawah

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

 

kenapa saling membohongi diri

saling melempar tanya yang tak masuk akal

asumsi-asumsi kecurigaan membatu

memberi jarak antara kau dan aku...

kau begitu tabu

aku pun membeku

kau menghinaku

diam-diam aku membencimu

apa bedanya atas dan bawah

apakah menjadi jarak diantara kita

sehingga kau begitu jauh

dan aku pun menjauh...

 

kembalilah, peluk aku

aku dan kamu, adalah mereka, ialah saty

aku dan kamu adalah makluk, ialah semesta

Selasa, 06 Oktober 2015

Ruang Aksara - suara batinku

Suara batinku
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh
Kami adalah bagian darimu
Indonesia-ku....
Kami lahir diatas punggungmu
Dimana mata ini luas memandang berkahnya
Yang melimpah kasih sayangnya
Serta besarnya anugrah keaneka ragaman
Entah kenapa kami gelap
Kami sombong terbentur waktu
Terpeleset dan terseret nafsu
Hingga Kami hanyut terbawa gelombang keserakahan...
Tersesat didalam gua yang gelap.
Dipersimpangan gua cahaya menyapa
Kami teringat namamu
"Oooh Indonesia ku"
Sontak kami tersipu...
Kami malu, Kami menjerit histeris
Batin menetes deras tangis penyesalan
Atas lupa, pada Negri sendiri
Lalai terjerat keangkuhan pribadi

****
Maafkan kami, saat lalai mengacuhkanmu...
Maafkan kami, bila tamak dalam mencintaimu...
Maafkan kami, bila nafsu mengeksploitasi keindahanmu...
Maafkan kami yang ingin memilikimu...
Indonesia-ku...
kini gersangnya hati telas luluh oleh penyesalan
izinkan kami, menanam benih cinta kepadamu
Biarkan tumbuh di dalam hati
Kami berjanji akan merawat benih itu
akan kami sirami oleh darah ini
Yang dipompa langsung dari jantung ini
Hingga tumbuh kuat
Cinta itu mengakar didalam hati kami
hingga menyatu dalam nadi
Tumbuh rimbun bunga-bunga cinta

***
Oh Indonesia-ku
Kini, hati kami selalu bersemayam namamu
Menemani dari waktu kewaktu
Dari hulu kehilir
Hingga ajal menjemput
Kami mati dalam pelukan hangatmu...
(07-Agustus-2015.Jombang-Jatim)