Kamis, 20 April 2017

Ruang Aksara - BAGAIMANA MUNGKIN

BAGAIMANA MUNGKIN?


Bagaimana mungkin kalbu akan bersinar?

Sedangkan dengki masih terpampang dicermin.

Bagaimana mungkin akan pergi menyongsong illahi?

Sedangkan nafsu duniawi masih membelenggu.

Bagaimana mungkin akan bertamu Ke-Hadiratnya?

Sedangkan kotoran masih lalai untuk bersuci.

Bagaimana mungkin diharapkan dapat menyingkap berbagai rahasia?

Sedangkan taubat belum membuka tabirnya.

(20.april.2017.Rahmah/siti)

Rabu, 12 April 2017

Ruang Aksara - Kau tak sendiri

kau tak sendiri
oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Cinta, sakit bukanlah akhir segalanya
Rasa itu adalah manifestasi kehidupan
Anggap saja itu jalan nikmatmu
Air mata tak akan menutup luka
Tetapi, bila ingin menangis, menangislah...
Menagislah bila itu menambah nikmatnya.


buang seluruh kesalmu kepadaku,
hingga tak menyisahkan borok dihatimu
karena kebencian tak akan pernah usai, bila kau memulainya
Maka tidurlah dipangkuanku, agar kau tak merasa kesepian.

untuk apa kau menyisakan ruang

bila ditempati oleh kebencian
yang akhirnya membusuk
dan menyakitimu...

jangan terlena oleh luka

bangkit dari gelapnya sepi
karena kau tak sendiri
meskipun aku tak nampak
bukan berarti aku tak ada
aku selalu ada disandingmu
menemanimu dari jahatnya luka
bermunajatlah dengan menyebut namanya
agar kau merasa lebih baik
dan kau bangkit berkarya

maka nikmatilah jalan sepi, dengan lantunan syair cinta

agar tak ada ruang kosong, yang diisi oleh benci
jejak langkah penuh kesabaran, mencangkul gersangnya kesombongan luka

tersenyum untuk masa depan, kebahagiaan pasti kau dapatkan

Ruang Aksara - keluh kesah rindu

Keluh kesah rindu
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

    Rindu membuat gesang...
    Hingga malampun tak tenang...
    Tanah di taman retak...
    Bunga-bunga cinta layu...

   Sekonyong ini kah cinta...
   Atau aku yang sedang gila...
   
Di malam itu.
   Berharap pada kicauan jangkrik...
   Menyapa salamku padanya...
   Aku yang sedang sekarat...
   Wanita itu ditikam rindu..

Kamis, 06 April 2017

Ruang Aksara - Wanita tua

Wanita Tua
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Tatapan tajamnya membelah sadarku
Atas  Kepeduliannya
Yang tak mengenal usia
Menerjang kelusuhan kota
Yang begitu banyak bertebaran sampah.

Wahai wanita  tua
Kau pemungut sampah
Kau berhati Raja
Berjiwa mutiara
Karena kau tak meminta-minta
Seperti halnya orang lemah.

Dan pastinya kau lebih mulia
Dari pada para pejabat Negara
Yang lalim akan tugasnya.
(07/April/2017)

Rabu, 05 April 2017

Ruang Aksara - Arah Angin

Arah Angin
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Saat kecantikan berbaur dengan kesombongan

Saat itu juga sulit dibedakan antara suci dan hina.

Ketika panah sudah kehilangan arah

Ada dua kemungkinan lajurnya

Diantara yang tak ada keteguhan hanya mengikuti arah angin.

Dan yang terjepit nafsu akan melesat membunuh diri sendiri.

Setidaknya temukan arah panahmu.

Agar tak tersesat dan membunuh diri sendiri.
(Barokah Hilmi/5april2017/Jombang)