Tidak ada kata-kata mesrah untuk melepasmu malam ini,
Ataupun luapan indah yang ku rangkai dengan asmara.
Aku hanya sanggup menunduk
Dan terus menunduk hingga fajar memanggilku.
Mengecil dan terus berusaha mengecil
Hingga tak ada rasa angkuh.
Aku tidak bermaksud bersedih.
Ataupun bergembira dengan nada membara.
Aku hanya merasa kehilangan.
Ditepian cinta dan kedalaman nafsu, aku hanya manusia rapuh.
Setetes darah dari sekian darah yang berwarna merah.
Dan aku hanya perindu yang berusaha menyentuh cintamu.
Dengan setitik harapan,
Yang kusimpan didalam taman hatiku.
Dengan harapan; esok? Kita akan bertemu kembali.
Dengan cinta yang lebih baik.
Yang ku persembahkan untukmu.
1 Syawal 1438 H
Giandra Gilang Panggaluh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar