Aku melihat malam.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh
Aku melihat siang ia berantakan
Sukarku mendengar bising busuk pertikaian
Persaudaraan tak berbaur, saling melempar batu prasangka
Diam-diam lahab seperti hewan yang lapar.
Mengaku manusia, tetapi berpikir tanpa logika
Berhitung aksioma, mengaku hasil dewa
Sok bijaksana, memakan bangkai saudara.
Kenapa kasihan memandang gelapku
aku melihat malam ia kelam
Padahal indah penuh dengan bintang
Ya, aku sadar kehadiran bulan
Menemani malam dengan cahaya persaudaraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar