Sabtu, 22 Agustus 2015

Ruang Aksara - Andai kata.

Andai kata.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Semakin lelah badan ini,
pudar oleh tajamnya uang,
senyum hanya menjadi kiasan,
kepentingan sudah menjadi daging,
hingga aku melupakan arti kawan,
hingga aku menindih kemanusiaan.

Aku lupa arti perdamaian,
yang teringat hanya ambisi.
Aku  menabrak idealisme,
yang ku fahami kini hanya bertahan atau mati.

Hahahaa...
Tak lelahkah kakiku melangkah menuju semu?
Merobek tangis asah jiwa nurani...
Menginjak duri-duri kenikmatan duniawi.
Meleleh asam nikmat kebersamaan.
Yang tersisa tai kucing kenikmatan senja.

Andai kata...
Sejenak...memandang kaca dalam bayangan refleksi.
Mendengarkan...Suara hati dengan jiwa menunduk.
Mendekap...memeluk persekawanan dalam arti murni.
Kan terasa hangatnya cinta dalam arti kebersamaan.
Oooh andai kata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar