Waktu yang menentukan.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh.
Merajut memang tak mudah.
Berangkat dari halaman rumah.
Lusuh ditampar cemohan tetangga.
Tersudut oleh tajamnya mata.
"Itu hal biasa..."
Dari yang bermuka sinis.
Ataupun mencaci dengan ludah.
"Itu hal lumrah..."
Terkadang dianggap gila.
Ataupun dipandang sebelah mata.
Hingga berdiri tanpa muka.
"Terserah lah, itu semua indah."
Semua bagian dari dinamika.
Ku pastikan jiwa ini bahagia.
Semua boleh asyik menilai.
Biarkan jiwa ini yang memulai.
Hingga waktu yang menentukan.
Aku dan pencapaian, semoga sampai pada tujuan.
Tanpa lupa dari mana aku berawal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar