Sabtu, 22 Agustus 2015

Ruang Aksara - Cerminan

Cerminan
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Siapa dia?
Mungkin dia adalah aku, gambaran dari prilaku ini.
Dan mungkin dia pantulan dari kondisi di sekitarku.
Bernyanyi,
berdendang,
bertengkar,
tanpa berpikir arti.

Saat ku memandang kebaikan,
semua itu penglihatanku.
Saat ku memandang keburukan,
itu juga hasil penglihatanku.
Mata memandang sebagai refleksi.
Lukisan alam sekitar cerminan hidupku.

Disaat banyak kerusakan,
itu gambaranku.
Disaat marak kebobrokan,
itu pantulanku.
Dunia tempatku berpijak,
bagian dariku.

Aku aku i, aku merasa bersalah.
Aku aku i, aku harus bertanggung jawab.
Bukan malah diam, seolah sepi.
Sewajarnya aku mempunyai malu.
Berserakan sampah dikota, melintas tanpa memungut.
Busuknya kota, busuknya penghuni kota itu.
Termasuk aku !!!

Apa gunanya nafas ini?
Tersimpan dalam lemari es.
Membeku, dingin membisu.
Dingin, angkuhnya prilaku.
Sombong, seolah tak mau tau.

Kenapa aku harus malu mengoreksi mukaku sendiri?
Aku tak akan pernah tau wajah ini.
Dan sebelum nafasku terhenti.
Semoga aku tidak membusuk seperti sampah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar