Kawanku dan keberaniannya
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh
Entah apa itu kehendak jiwa
bersuara merdu memicu asmara
perlahan tapi pasti adanya
mengendap menjadi busuk baunya
Setidaknya dia sudah berani mengungkapkan
Kebenaran yang terpendam didasar hatinya.
Entah apa hasilnya?
Bukan tujuan utama.
Kini dia harus beranjak
Tanpa menyesali apa itu rasa
Karena Rasa adalah tanda kehidupan
Rahmat Tuhan untuk manusia.
Selamat berproses kawan.
Kini dia lebih terang dari hari-hari sebelumnya.
Melangkahkan niat dan menjalani lorong masa depannya,
karena itu tujuan utamanya...
Aku kagum menatap keberaniaanmu...
Wahai Kawanku, lanjutkan langkahmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar