Manja
oleh: Giandra G.P
Makan minta disuapin
Di timang-timang, ayunan ber-uang
Di manja-manja, serba instan
Dewasa tak mengenal susah
Tua, jurang didepan mata
Merasa benar tak bersalah
Rohnya besar menjadi dewa
Hatinya keras tak bernyawa
Luntur nurani, tanpa tenggang rasa
Semakin sempit, jiwa terhimpit
Linu, keram kaki melangkah
Tangannya kaku, tak beretika
Karena Sudah terbiasa dimanja
Lupa sebagai makhluk bernyawa
Hingga maut menjemput sadarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar