Sabtu, 22 Agustus 2015

Ruang Aksara - Pria rambut pirang

Pria rambut pirang
oleh: Gianda Gilang Panggaluh

Irama kendaraan bernada sumbar.
Hentakan kaki menyusuri trotoar.
Tatapan tajam membelah tanya.
Ia pria berambut pirang.

Berdendang menyelami waktu yang kejam.
Tak peduli tercabik panas aspal.
Tak peduli oleh sepinya malam.
Membelah ruang makhluk berwajah gembira.
Bersorak, mengungkap cinta mengundang tawa.

Tak peduli letih menghampiri nafsu.
Mengorek makanan didalam tong sampah.
Hanya ingin melepas paradigma sosial.
Melepas lelah, terkurung oleh sombongnya raga.
Tanda kebebasan atas dunia yang kejam.

Jangan kau cemoh kegembiraan ini.
Langkah ini melepas keangkuhan dunia.
Dengan aroma yang dianggap gila.
Keberadaanku adalah tanya atas sikap manusia.
(barokah hilmi,26mei2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar