Sabtu, 22 Agustus 2015

Ruang Aksara - Menatap nikmat

Menatap nikmat.
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Tepat saat fajar menjemput adzan,
hembusan angin mengetuk mata tertanda sambut gulita.
Menahan diri untuk tidak gelap,
beranjak lari menjemput genangan air kolam.

Bermain air dalam kolam,
membasuh menuju makna suci.
Bukan makna segar tertuju,
mungkin sekedar penghalang gelapnya mata hati.

Kini ia menyerukan doa,
nada dalam perbuatan menghadap pada niat.
Bukan harapan suatu kebahagiaan,
melainkan tentang rasa bertanggung jawab atas kewajiban.

Dalam sujudnya ia merasakan nikmatnya cinta
Kesungguhan rasa adalah nikmat suatu kebahagiaan dalam proses kewajiban.
Kata tulus dengan otomatis kan mengukirnya bila niat tertata dalam doa.
Semoga akan sampai pada tujuan, ialah pada jalannya tempat kembali.

"AMiiin..."

[10032015]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar