Sabtu, 22 Agustus 2015

puisi - hati pecundang

Hati pecundang
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh


Penuh murka, mengitari sanubari angkasa
Hiruk pikuk, sesal ketidak puasan jiwa
Tentang borok, yang menjamur dilubuk hati
Tentang jiwa, yang hangus terbakar dusta


Hari terselimuti karak keserakahan
Semakin suram semakin gelap
Peradaban hanya milik tuan
Yang lain bila diperlukan


Saling acuh bila ada korban
Gotong royong bila menguntungkan
Tidak peduli kawan seperjuangan
Bermuka dewa hatinya pecundang
(agustus.2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar