Sabtu, 22 Agustus 2015

puisi_Bla... Bla bla... (Ocehan surga)

Bla..bla..bla Celotehan Bermuka dua
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Musim kampanye telah tiba.
Pendongeng berkumpul dialun-alun
dan bermeong dipasar-pasar.

Bercerita tentang kesejahteraan;
Bla..bla..blaa?
Berpidato menjanjikan pangan murah;
Bla..bla..blaa?
Bercerita tentang suguhan pendidikan;
Bla..bla..blaa?
Berpidato menggratiskan kesehatan;
Bla..bla..blaa?

Pilih saya; Bla..bla..blaa 
Saya baik; Bla..bla..blaa
Saya pemimpin ideal; Bla..bla...blaa
Saya berjanji; Bla..bla..blaa

Bla... Bla bla, ocehan beraroma Surga
Si Tokoh bermuka dua
Mulutnya bengis dan lamis
Pada waktunya, ia menghilang?
ia bersembunyi menikmati kemenangan
kemenangan yang olehnya tipu-tipunya.
***

Dan pada saatnya Rakyat menjerit
Bersorak, menagih janji...

Hooy... para pendongen aku memanggilmu...
Aku menagih janjimu !!?!!
Lihatlah, anak-anak terlantar dijalanan
Kakek, Nenek pun juga demikian
Ada yang mengemis
Ada yang berlari-lari
Ada juga, yang...
Berlari-lari, sambil mengemis
Karena diburu gerombolan berseragam garang.

Woy para penjanji dimana mukamu?
Aku menagih janjimu !!?!!
Kesehatanpun semakin mahal
Pendidikan hanya milik tuan bermodal
Dan kami lapar menunggu janjimu
***
Kenapa sunyi?
Tiada yang menyambut pangilanku?

Aku muak !!!
Semua omong kosong !!!!

Kesejahteraan hanya menjadi dongeng rongsokan
Rasa peduli menggunung di Bantargebang
Rakyat Kelaparan hanya menjadi sajian komersil televisi
Simpati hanyalah sensasi muka dua, dalam sandiwara
oh, muramnya Negri ini.

[07052015]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar